Istilah Dunia Jurnalis Lengkap, Arti dan Profesi yang Perlu Diketahui


𝗥𝗘𝗣𝗢𝗥𝗧𝗘𝗥𝗟𝗘𝗚𝗘𝗡𝗗.𝗖𝗢𝗠 | Jurnalistik erat kaitannya dengan media massa. Istilah 'jurnalistik' sudah tidak asing lagi bagi sebagian besar orang. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), jurnalistik adalah hal yang menyangkut kewartawanan dan persuratkabaran dan seni kejuruan yang bersangkutan dengan pemberitaan dan persuratkabaran.

Secara praktis, jurnalistik dapat didefinisikan pengumpulan bahan berita (peliputan), pelaporan peristiwa (reporting), penulisan berita (writing), penyuntingan naskah berita (editing), dan penyajian atau penyebarluasan berita (publishing/broadcasting) melalui media.

Sederhananya, jurnalistik diartikan sebagai proses, teknik, dan ilmu peliputan, penulisan, dan penyebarluasan informasi aktual (berita) melalui media massa.

Media yang digunakan untuk publikasi atau penyebarluasan informasi jurnalistik meliputi koran, televisi, radio, majalah, dan internet.

Dalam dunia jurnalistik terdapat beberapa istilah yang umum digunakan. Beberapa istilah tersebut tidak hanya berguna bagi Anda yang menekuni maupun tertarik dengan dunia jurnalistik, tetapi juga bermanfaat bagi orang banyak sebagai pengetahuan tambahan.

Mengenali dan mengetahui serta memahami istilah jurnalistik, tidak hanya bagi anda yang ingin terjun ke dunia profesi jurnalis. Namun semua orang sebaiknya juga harus tahu istilah-istilah jurnalistik terutama di era informasi global melalui media sosial.

Jadi ada baiknya anda memperkaya pengetahuan dengan memahami beberapa istilah jurnalistik yang sering digunakan. Beberapa di antaranya mungkin sudah tidak asing dan sering terdengar, namun belum memahampi arti dan maknanya.

Mari kita pelajari bersama.

1. 5 W + 1H

Untuk awal, kita berkenalan dengan rumus 5W + 1H, yaitu prinsip jurnalis atau metode dasar untuk menggali informasi secara lengkap dan sistematis.

5W + 1H Terdiri dari What (apa), Who (siapa), Where (di mana), When (kapan), dan Why (mengapa). Sering digabungkan dengan How (bagaimana) menjadi 5W+1H, konsep ini adalah panduan utama jurnalisme dan pemecahan masalah untuk menyajikan fakta yang jelas.

2. Headline

Dalam bidang jurnalistik, headline dapat memiliki dua makna berbeda.

Makna pertama, headline adalah teks di bagian paling awal sebuah artikel atau berita yang memuat rangkuman dari keseluruhan isi.

Makna kedua, headline merupakan judul berita yang akan kita temui pada halaman paling pertama di surat kabar, majalah, atau website.

Jadi, jika atasan atau rekanmu menyebutkan istilah headline, tak apa untuk memastikan apa yang mereka maksud dari pada terjadi miskomunikasi.

3. Lead

Lead merupakan paragraf pembuka dalam suatu berita yang memuat informasi paling penting namun tetap dapat menarik perhatian para pembaca.

Terdengar sederhana, bukan? Namun, bagi kamu yang baru ingin terjun sebagai jurnalis, diperlukan skill menulis yang cukup mumupuni untuk membuat lead yang memenuhi kriteria.

Tak perlu khawatir karena kamu dapat menemukan berbagai jenis lead supaya bisa memvariasikannya dalam beritamu, seperti summary lead, analogy lead, dan delayed identification lead.

4. Hard News

Hard news merupakan jenis berita yang memuat topik yang sangat terikat dengan waktu dan harus diberitakan sesegera mungkin.

Biasanya hard news meliputi topik berita yang terjadi dinamis di bidang peristiwa internasional, politik, hukum, ekonomi, dan olahraga.

Berita jenis ini wajib mengandung data faktual dan riset yang mendalam dimana seorang jurnalis harus mampu menguasai prinsip rumus 5W + 1H.

5. Soft News

Kebalikan dari hard news, soft news merupakan jenis berita yang lebih ringan dan umumnya berisi informasi hiburan atau kabar untuk keperluan personal para pemirsa.

Contohnya adalah berita tentang lifestyle, film, makanan, travel, fashion, skincare, dan lain sebagainya.

Meski bukan hard news, berita jenis ini juga tentunya harus memuat informasi faktual dan dapat dipertanggung jawabkan.

6. Inverted Pyramid

Dalam jurnalistik, inverted pyramid merupakan sebutan untuk mengatur prioritas informasi yang harus dipatuhi oleh jurnalis ketika menyusun berita.

Dalam bahasa Indonesia, inverted pyramid artinya piramida terbalik. Jadi, sesuai bentuknya, prioritas informasi haruslah disusun dari yang paling penting dan menarik perhatian.

Setelah itu bagian paling bawah dapat diisi dengan informasi yang lebih umum.

7. Feature

Feature merupakan produk jurnalistik yang berisi tulisan yang lebih panjang dan dalam dari pada berita. Strukturnya cukup lebih fleksibel jika dibandingkan dengan berita yang harus mengikuti metode inverted pyramid.

Melalui feature, biasanya orang akan membahas suatu berita dengan angle yang berbeda.

Salah satu ciri khas dari feature adalah gaya penulisan story telling yang memadukan antara berita dan opini.

8. Kolom

Kolom merupakan tulisan opini yang dibuat secara independen oleh seorang individu.

Penulis kolom disebut sebagai kolumnis. Karena berisi opini, maka penulis akan mengulas suatu kejadian dari sudut pandang subjektifnya.

Sedikit berbeda dengan tulisan berita yang cenderung sangat formal, gaya bahasa kolom dinilai lebih santai dan mudah dipahami.

9. Jurnalisme Data

Istilah jurnalistik yang satu ini semakin sering didengar berkat meningkatnya penggunaan data dalam pelaporan berita.

Jurnalisme data merupakan tipe jurnalisme yang produk-produknya didasari oleh sebuah analisis data yang sangat komprehensif.

Hasil dari analisis tersebut yang kemudian diolah menjadi suatu informasi yang mudah dicerna oleh publik. Bagian inilah yang menjadi tantangan utama bagi para data jurnalis.

10. Citizen Journalism


Sama seperti jurnalisme data, citizen journalism juga termasuk ke dalam salah satu tipe jurnalisme, di mana masyarakatlah yang berperan aktif dalam pengumpulan dan pelaporan berita.

Mereka bukanlah jurnalis, namun tetap dapat berkontribusi dalam memilih dan menyebarkan informasi pada khalayak umum.

Selain berkontribusi dalam bentuk tulisan, mereka juga dapat berfokus pada citizen photojournalism, yaitu memproduksi karya fotografi jurnalistik.

11. Human Interest

Human interest merupakan istilah jurnalistik yang menggambarkan suatu cerita berita yang menggugah emosi, minat, motivasi, dan simpati audiens.

Biasanya tipe berita ini akan fokus pada suatu isu mengenai tokoh, kelompok orang, tradisi atau budaya melalui pemberitaan yang emosional.

Salah satu contoh yang sering ditemui adalah berita tentang kelompok atau seseorang yang mengalami diskriminasi.

12. Byline


Byline adalah istilah jurnalistik yang memberi tahu pembaca siapakah penulis suatu berita.

Saat membaca berita di media online maupun cetak, kamu pasti bisa menemukan byline yang letaknya cukup berbeda-beda.

Mulai dari di bagian atas antara judul dan lead atau bagian bawah setelah pembaca selesai membaca berita.

13. Anchor

Pernahkah kamu mendengar istilah news anchor?

Mereka adalah pembaca berita yang sering kamu dengar di televisi atau radio. News anchor hanyalah salah satu dari sekian banyak pilihan profesi di dunia jurnalistik yang bisa kamu pilih.

Tugas utamanya adalah menyajikan dan menulis suatu berita serta membantu reporter untuk mengumpulkan informasi.
 
14. Koresponden

Koresponden merupakan jurnalis atau komentator yang menyiapkan dan menyajikan berita di lokasi yang berbeda dengan news anchor.

Biasanya mereka diutus untuk meliput suatu kejadian di luar kota, wilayah, atau bahkan negara. Koresponden kemudian akan secara teratur mengirim berita ke redaksi setiap periode waktu yang telah ditentukan.

Profesi di bidang jurnalistik yang satu ini cukup menantang karena kamu tidak akan tahu akan diutus untuk meliput kejadian yang berlokasi di mana dan berkaitan dengan isu apa.

Ingat, istilah ini berbeda dengan korespondensi, yaitu suatu kegiatan surat menyurat yang dilakukan oleh sejumlah pihak.

15. Advertorial

Istilah dalam bidang jurnalistik selanjutnya adalah advertorial, yaitu salah satu bentuk periklanan yang disajikan dengan menggabungkan gaya penulisan jurnalistik dan advertising.

Itulah mengapa hal ini disebut sebagai advertorial, karena mengandung gabungan konsep advertisement dan editorial.

Jadi, meskipun bertujuan untuk mempromosikan sesuatu, advertorial harus tetap mengikuti kaidah jurnalistik.

Tak hanya bisa ditemukan di koran cetak, advertorial juga umum ditemui di media online yang biasanya memiliki label sponsored content.

16. Atribusi (Narasumber)

Dilansir dari Thought.co, atribusi merupakan bagian dari berita yang menginformasikan pembaca mengenai sumber berita.

Sebagai jurnalis, anda mungkin tidak akan selalu mendapatkan akses pertama untuk mendapatkan sebuah informasi, melainkan harus bertanya kepada sumber lain seperti polisi, saksi mata, warga, dan lain-lain.

Masih sangat banyak istilah dalam dunia profesi jurnalis yang juga bisa diketahui untuk menambah pengetahuan.

Berikut Kamus Istilah Jurnalistik A-Z Nasional dan Internasional.

  • Advertorial: Adalah iklan yang di tampilkan di media baik cetak maupun elektronik.
  • Angel: Bagian sudut pemberitaan yang tidak sama, sudut pandang atau fokus pemberitaan.
  • Adversary Journalism: Jurnalistik yang menulis beritanya melawan oposisi terhadap pemerintahan.
  • Alcohol Journalism: Jurnalistik liberal yang tidak menghargai urusan pribadi seseorang atau lembaga.  
  • Anchor: adalah pembaca berita yang sering anda dengar di televisi atau radio. News anchor hanyalah salah satu dari sekian banyak pilihan profesi di dunia jurnalistik.
  • Balance: Berita yang berimbang antara narasumber dengan pencari berita (harus dicari berita benar/tidak, dikonfirmasikan)
  • Balancing news: Keseimbangan isi atau bagian dalam berita.
  • Byline: Keterangan nama author berita.
  • Blocking Time: Iklan partai, formatnya berita.
  • Caption: Keterangan teks pada foto.
  • Checkbook journalism: Jurnalistik yang memperoleh berita dan harus memberikan imbalan pada sumber berita.
  • Check & Recheck: Proses verifikasi ulang kebenaran data, proses pengecekan kebenaran suatu berita.
  • Credit line: Keterangan orang bagi mengambil photo.
  • Credit photo: Keterangan pengambil photo/gambar.
  • Caption: Keterangan teks pada objek gambar yang posisinya tepat di bawah gambar.
  • Clickbait: Judul yang dirancang menarik klik, seringkali bombastis
  • Credit title/by line: Berita yang dilengkapi nama author/penulis berita.
  • Crusade journalism: Jurnalistik yang memperjuangkan nilai-nilai tertentu, contoh : demokrasi, nilai-nilai keagamaan, dan nilai-nilai kebenaran.
  • Cover Both Sides: Prinsip keseimbangan dengan meminta konfirmasi pihak terkait.
  • Cover Story: Judul utama berita (koran/majalah).
  • Delik pers: Delik yang terdapat dalam KUHP, tetapi tidak merupakan delik yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari delik khusus yang berlaku umum.
  • Deadline: Batas akhir waktu pengumpulan data berita, tenggat waktu penyelesaian naskah.
  • Dewan Pers: adalah lembaga independen di Indonesia yang dibentuk berdasarkan UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers untuk melindungi kemerdekaan pers, meningkatkan kualitas kehidupan pers, serta menetapkan dan mengawasi pelaksanaan Kode Etik Jurnalistik. Lembaga ini berfungsi sebagai mediator pengaduan masyarakat dan mendata perusahaan pers
  • Editing: Proses pembenaran atau perubahan kata dalam isi berita, merupakan proses koreksi.
  • Editorial: Kolom/bagian yang mencerminkan pendapat sebuah media tentang sebuah berita.
  • Electronic journalism: Berita-berita yang disiarkan melalui media modern seperti televisi, radio, dan website.
  • Embedded Journalism: Jurnalisme yang melekat, jurnalisme yang bekerja dengan pelaku lapangan.
  • Feature: Berita ringan yang biasanya bertemakan human interest.
  • Freelance: Jurnalistik yang bekerjanya secara bebas/lepas.
  • Frame time: Waktu-waktu yang utama penyampaian berita pada pemirsa.
  • Face to face/in depth interview: Wawancara secara langsung tatap muka yang butuh keahlian terutama bagian materi berita.
  • Gossip journalism: Jurnalistik yang menekankan pemberitaan masih sekadar isu yang kebenarannya belum dapat dipertanggungjawabkan.
  • Government say so journalism : Jurnalistik yang meliput berita tentang pemerintahan layaknya koran pemerintah.
  • Gutter journalism: Jurnalistik yang menekankan pemberitaan tentang kriminalitas dan seks.
  • Hak Cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata, mencakup bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra. Hak ini melindungi karya asli, mencegah penggunaan tanpa izin/plagiarisme, dan memberikan hak ekonomi kepada pencipta.
  • Hak Jawab: Hak seseorang atau kelompok orang untuk memberikan tanggapan dan sanggahan terhadap pemberitaan yang merugikan nama baiknya.
  • Hak Koreksi: Hak setiap orang untuk mengoreksi atau membetulkan kekeliruan informasi yang diberitakan oleh pers, baik tentang dirinya maupun tentang orang lain.
  • Hak Tolak: Hak wartawan karena profesinya, untuk menolak mengungkapkan nama dan atau identitas lainya dari sumber berita yang harus dirahasiakan.
  • Hard News: Berita yang disiarkan secara langsung, hangat terbaru dan masih tren.
  • Headline: Bagian judul berita jurnalistik.
  • Hunting: Keseluruhan proses pengumpulan data atau berita secara langsung di lapangan. 
  • Hari Pers Nasional (HPN) diperingati setiap 9 Februari, bertepatan dengan HUT Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang didirikan pada 9 Februari 1946. Ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 5 Tahun 1985, HPN bertujuan menghargai peran pers dalam mencerdaskan bangsa, menegakkan demokrasi, dan merayakan kebebasan pers yang bertanggung jawab.
  • Investigasi: Berita mendalam yang mengungkap sebuah kasus besar.
  • Investigative Report: Laporan investigasi mengenai kejadian atau pemberitaan secara detail dan terperinci.
  • Jurnalis: Orang yang melakukan kegiatan jurnalistik.
  • Jurnalisme Data: tipe jurnalisme yang produk-produknya didasari oleh sebuah analisis data yang sangat komprehensif. 
  • Jurnalisme Warga: masyarakat yang berperan aktif dalam pengumpulan dan pelaporan berita.
  • Kantor Berita (news agency/press agency) adalah organisasi atau lembaga pers yang bertugas mengumpulkan, memproduksi, dan mendistribusikan berita, foto, dan video kepada media lain seperti surat kabar, majalah, radio, televisi, serta situs web. Mereka berfungsi sebagai penyedia informasi primer, sering kali melayani media lokal maupun internasional, baik secara komersial maupun sebagai lembaga negara
  • Koresponden: Wartawan yang ditempatkan di luar daerah.
  • Kode Etik Jurnalistik: Himpunan etika profesi kewartawanan.
  • Kantor Berita: Perusahaan pers yang melayani media cetak, media elektronik, atau media lainnya serta masyarakat umum dalam memperoleh informasi.
  • Kewajiban Koreksi: Keharusan melakukan koreksi atau ralat terhadap suatu informasi, data, fakta, opini, atau gambar yang tidak benar yang telah diberitakan oleh pers yang bersangkutan.
  • Lay Out: Lebih mengarah ke grafis/gambar/ilustrasi/non kata atau perwajahan/tata letak, termasuk setting.
  • News Maker: Orang-orang yang menjadi objek berita. Orang-orang yang terkenal seperti artis.
  • News Analysis : Berita yang masih bersifat analisis.
  • Off the Record: Informasi dari narasumber yang tidak boleh dipublikasikanOpinion leaders: Tokoh-tokoh yang berdampak pada media massa. Ciri-ciri opinion leaders; tokoh, punya massa yang banyak, seperti habib rizieq, Ust. Abu Bakar Baasyir.
  • Organisasi Pers: Organisasi wartawan dan organisasi perusahaan pers.
  • Page News: Pelaku berita/pemantik berita pembuktian.
  • Perusahaan Pers: Badan hukum Indonesia yang menyelenggarakan usaha pers meliputi perusahaan media cetak, media elektronik, dan kantor berita, serta perusahaan media lainnya yang secara khusus menyelenggarakan, menyiarkan, atau menyalurkan informasi.
  • Pers nasional: Pers yang diselenggarakan oleh perusahaan pers Indonesia.
  • Pers Asing: Pers yang diselenggarakan oleh pers asing.
  • Penyensoran: Penghapusan secara paksa sebagian atau seluruh materi informasi yang akan diterbitkan atau disiarkan, atau tindakan teguran atau peringatan yang bersifat mengancam dari pihak manapun, dan atau kewajiban melapor, serta memperoleh izin dari pihak berwajib, dalam pelaksanaan kegiatan jurnalistik.
  • Pembredelan: Pelarangan penyiaran adalah penghentian penerbitan dan peredaran atau penyiaran secara paksa atau melawan hukum.
  • Podcast: Siniar, siaran audio digital.
  • Press Release: Siaran pers dari instansi/perusahaaan/atau pihak yang ingin dipublikasikan. 
  • Persatuan Wartawan Indonesia (PWI): adalah organisasi profesi wartawan pertama dan tertua di Indonesia yang didirikan di Surakarta pada 9 Februari 1946. PWI bertujuan meningkatkan profesionalisme, menjaga integritas, dan memperjuangkan kemerdekaan pers. Hari lahir PWI diperingati sebagai Hari Pers Nasional
  • Presenter adalah pembawa acara atau orang yang memandu, menyampaikan informasi, dan menjadi wajah utama dalam sebuah program, terutama di televisi atau radio. Mereka berfungsi menghubungkan pembicara tamu, menyampaikan berita, dan berinteraksi dengan audiens untuk menghidupkan suasana. Istilah serupa termasuk host, MC (master of ceremonies), pewara, atau penyiar.
  • Quote: Petikan-petikan terpenting/menonjol/membuat heboh/paling menarik pembaca yang biasanya diambil dari keseluruhan berita. Pada dasarnya, bertujuan untuk memberikan poin yang menarik bagi pembaca.
  • Redaksi: adalah tim atau badan dalam organisasi media massa (cetak, elektronik, online) yang bertanggung jawab merencanakan, mengumpulkan, menyunting, dan menerbitkan berita. Mereka bertugas menyeleksi informasi agar valid dan menarik sebelum disampaikan kepada publik. Redaksi juga merujuk pada gaya penyusunan kalimat
  • Re-wraiting: Proses penulisan ulang, baik dalam bahasa Inggris/dan lain-lain, merangkum berita-berita luar negeri yang pada umumnya tidak boleh hunting langsung, tetapi diberitakan oleh kita. 
  • Reporter adalah seorang jurnalis yang bertugas mencari, meliput, menyelidiki, dan melaporkan berita atau peristiwa terkini kepada publik melalui media massa (cetak, TV, radio, atau online). Mereka bekerja di lapangan untuk wawancara narasumber dan menyampaikan fakta secara objektif, seringkali di bawah tenggat waktu ketat.
  • Setting: Tata letak kata/permainan huruf (besar/ kecil dan bentuk tulisan).Setting: Tata letak kata/permainan huruf (besar/ kecil dan bentuk tulisan.
  • Uji Kompetensi Wartawan (UKW) adalah proses penilaian dan sertifikasi resmi oleh Dewan Pers untuk mengukur profesionalisme, etika, dan keterampilan jurnalis di Indonesia. UKW bertujuan meningkatkan kualitas pers, memastikan wartawan memahami kode etik, dan membedakan jurnalis profesional dari non-profesional.
  • Wartawan: Orang yang secara teratur melaksanakan kegiatan jurnalistik.
  • Wartawan freelance (lepas) adalah jurnalis yang tidak terikat kontrak jangka panjang dengan satu perusahaan media tertentu. Mereka bekerja secara mandiri, meliput berita, dan menjual hasil karya (artikel, foto, video) ke berbagai media, dengan penghasilan yang didapat per jumlah karya yang dimuat. 
  • Wartawan Gadungan: adalah orang yang mengaku wartawan namun tidak melakukan kegiatan jurnalistik secara teratur dan tidak mengikuti kode etik, memeras,tidak terdaftar dan dapat ditolak serta dilaporkan kepada Dewan Pers maupun penegak hukum.'

 
Demikian sekilas tentang jurnalistik yang dihimpun redaksi dari berbagai sumber, dan akan terus diperbaharui di masa mendatang.[]


sumber : Google, Pusat Bahasa,KBBI,Mavis,Glints

Posting Komentar

Apa Tanggapan Anda ?

Lebih baru Lebih lama