𝗥𝗘𝗣𝗢𝗥𝗧𝗘𝗥𝗟𝗘𝗚𝗘𝗡𝗗.𝗖𝗢𝗠 | 𝗗𝗔𝗞𝗪𝗔𝗛 - Dalam ajaran Islam, Allah SWT merupakan dzat yang Maha Sempurna dan Maha Agung. Setiap Muslim harus mengetahui bahwa Allah SWT memiliki sifat- sifat yang wajib kita Imani.
Allah SWT sebagai Tuhan umat Muslim juga memiliki sifat-sifat yang wajib dipercayai dan diimani sepenuh hati oleh umat Muslim.
Sifat-sifat Allah ini tidak terpisahkan dari keesaan dan keagungan-Nya.
Sesungguhnya sifat- sifat Allah SWT tidaklah terbatas, pengelompokan ini bertujuan agar memudahkan umat muslim untuk mengenal dan memahami keagungan Allah SWT lewat sifat- sifat-Nya.
𝐏𝐞𝐧𝐠𝐞𝐫𝐭𝐢𝐚𝐧 𝐒𝐢𝐟𝐚𝐭-𝐒𝐢𝐟𝐚𝐭 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡
Menurut para ulama sifat- sifat Allah SWT yakni sifat wajib Allah, sifat mustahil Allah, dan sifat Jaiz atau Mumkin.
Sifat-sifat Allah adalah sifat wajib Allah, yakni sifat yang pasti ada dan dimiliki oleh Allah SWT. Sifat-sifat ini perlu dipelajari oleh umat muslim untuk mengenal dan memahami keagungan Allah SWT secara lebih mendalam.
Dengan mempelajari dan memahami sifat-sifat Allah, umat Islam dapat meningkatkan dan mempertebal iman serta kepercayaannya terhadap Allah SWT. Memahami sifat- sifat Allah SWT tersebut dapat menjadi salah satu cara belajar ketauhidan bagi seorang muslim.
Tauhid adalah salah satu pilar dalam ajaran agama Islam yang perlu dikuasai oleh seorang muslim. Melalui ketauhidan itulah kita bisa belajar cara memaknai iman kepada Allah seperti yang telah tercantum dalam rukun islam.
𝐇𝐮𝐤𝐮𝐦 𝐌𝐞𝐦𝐩𝐞𝐫𝐜𝐚𝐲𝐚𝐢 𝐒𝐢𝐟𝐚𝐭-𝐒𝐢𝐟𝐚𝐭 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡
Meyakini kepada sifat-sifat Allah SWT hukumnya wajib bagi orang yang beragama Islam. Artinya, Hukum mempercayai sifat-sifat Allah adalah Wajib bagi seorang Muslim.
Setiap umat Muslim yang beriman wajib memahami, mempercayai, serta mengimani sifat-sifat wajib Allah karena hal ini merupakan bagian dari tauhid.
Tauhid sendiri merupakan keyakinan akan keesaan Allah. Oleh karena itu, sifat-sifat Allah dapat dipelajari dalam ilmu tauhid.
Dalam Al-Qur’an, Allah menegaskan pentingnya mengenal-Nya dan memahami sifat-sifat-Nya sebagai landasan keyakinan yang kokoh. Oleh karena itu, hukum mempercayai sifat-sifat Allah adalah Wajib bagi setiap umat Muslim.
𝐒𝐢𝐟𝐚𝐭-𝐒𝐢𝐟𝐚𝐭 𝐖𝐚𝐣𝐢𝐛 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡
Sifat wajib Allah SWT adalah sifat yang pasti ada dan dimiliki oleh Allah SWT. Terdapat 20 sifat wajib Allah yang perlu diketahui oleh seluruh umat Muslim.
Berikut ini sifat-sifat wajib Allah SWT beserta makna dan beberapa dalil dalam Al-Quran:
1. Wujuud (وجود) artinya Ada (keberadaan).
Wujud adalah sifat wajib Allah SWT pertama yang berarti zat yang pasti “ada” dan berdiri sendiri.
- Sifat wujud bermakna kehadiran Allah SWT bukan karena diciptakan oleh siapapun dan tidak ada tuhan selain dia.
- Allah SWT pasti ada dan tidak bergantung kepada siapapun karena dialah sang pencipta alam semesta.
- Keberadaan atau eksistensi Allah SWT dapat dibuktikan dengan adanya alam semesta.
- Keberadaan alam semesta yang teratur dengan hukum-hukumnya (sunatullah) membuktikan bahwa alam ini ada yang mengatur, yaitu Allah.
- Wujud adalah sifat wajib Allah SWT pertama yang berarti zat yang pasti “ada” dan berdiri sendiri.
2. Qidaam (قدام) artinya Terdahulu.
Allah adalah dzat yang awal dan juga yang akhir, tidak ada yang mendahului-Nya. Keberadaan alam semesta terlahir karena ada yang menciptakan dan mengatur yaitu Allah yang mendahului.
Qidam berasal dari bahasa Arab yang berarti terdahulu, artinya tidak ada yang terdahulu sebelum Allah SWT di dunia ini.
- Sifat qidam berarti terdahulu atau sebuah awal karena Allah SWT sudah ada terlebih dahulu jauh sebelum apapun yang diciptakannya.
- Semua yang ada di alam semesta ini adalah ciptaan Allah SWT sebagai awal dan pencipta dari kehidupan sekaligus yang mengakhirinya.
- Sifat Qidam Allah SWT menunjukan dia maha mengetahui segala Sesuatu atas ciptaannya.
3. Baqaa’ (بقاء) artinya Kekal.
Allah SWT akan selalu ada dan tidak akan mati.
Baqa berasal dari bahasa Aran yang artinya kekal atau abadi.
- Sifat Baqa berarti Allah SWT adalah maha kekal dan tidak akan perneh punah dan binasa.
- Berbeda dengan ciptaan-Nya, manusia, tumbuhan, dan hewan pasti akan mati, sementara Allah SWT akan kekal abadi dan tidak berubah-ubah.
- Allah SWt tidak akan pernah mati layaknya ciptaannya karena kematian dan kebinasaan itu sendiri adalah ciptaannya.
- Sifat Baqa menunjukan bahwa Allah SWT memiliki kebesaran dan kemuliaan atas segala ciptaannya di muka bumi dan alam semesta.
4. Mukhalafatu Lil-Hawaditsi (مخالفة للحوادث) artinya Berbeda dengan semua Makhluk.
Allah SWT tidak mungkin sama dengan makhluk yang diciptakan.
Mukholafatul Lilhawaditsi berasal dari bahasa Arab yang berarti berbeda dengan sesuatu yang baru atau makhluk lainnya.
- Sifat Mukhalafatul Lilhawaditsi berarti Allah SWT berbeda dengan makhluk- makhluk ciptaannya.
- Allah SWT adalah Yang Maha Sempurna dan tidak akan ada satupun makhluk yang dapat menyerupainya.
Firman Allah SWT yang menjelaskan tentang hal ini tertera dalam Q.S Al-Syura (42):11 sebagai berikut:
لَيْسَ كَمِثْلِهِۦ شَىْءٌ ۖ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ
Artinya: “Tidak ada sesuatu pun yang serupa dengan Dia. Dan Dia yang Maha Mendengar, Maha Melihat.”
5. Qiyamuhu Binafsihi (قيامه بنفسه) artinya Berdiri Sendiri.
Allah SWT tidak membutuhkan bantuan apapun dari siapapun.
- Sifat qiyamuhu binafsihi berarti Allah SWT berdiri sendiri dan tidak memerlukan bantuan dari siapun.
- Atas kehendaknya Allah SWT tidak akan pernah bergantung kepada siapapun karena memiliki kebesaran atas segala ciptaannya.
- Tidak seperti makhluk lain, Allah SWT tidak beranak pinak dan tidak memiliki sekutu.
- Allah SWT adalah keagungan yang sebesar-besarnya di alam semesta.
Hal ini dijelaskan dalam Q.S Al-Ankabut (29):6 sebagai berikut:
وَمَنْ جَاهَدَ فَاِنَّمَا يُجَاهِدُ لِنَفْسِهٖۗ اِنَّ اللّٰهَ لَغَنِيٌّ عَنِ الْعٰلَمِيْنَ
Artinya: “Dan barangsiapa berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu untuk dirinya sendiri. Sungguh, Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari seluruh alam.”
6. Wahdaniyah (وحدانية) artinya Esa.
Allah SWT ialah Tunggal atau Satu.
- Sifat wahdaniah berarti Allah SWT tunggal atau esa karena tidak memiliki sekutu. Allah SWT adalah tuhan Yang Maha Esa dan satu- satunya tuhan pencipta alam semesta.
- Umat muslim harus mengimani bahwa Allah SWT maha Esa dan satu- satunya yang dipercaya sebagai pencipta alam semesta beserta isinya.
- Hal ini dapat dibuktikan dengan keteraturan di alam semesta sebagai wujud ciptaan Allah SWT.
- Dan jika umat muslim menyekutukan Allah SWT maka musyrikkah dari imannya sebagai umat beragama islam yang harus mengimani Allah SWT sebagai satu- satunya Sang Pencipta.
Hal ini diperkuat dengan firman Allah dalam Q.S. Al-Anbiya’ (21):22 sebagai berikut:
لَوْ كَانَ فِيْهِمَآ اٰلِهَةٌ اِلَّا اللّٰهُ لَفَسَدَتَاۚ فَسُبْحٰنَ اللّٰهِ رَبِّ الْعَرْشِ عَمَّا يَصِفُوْنَ
Artinya: “Seandainya pada keduanya (di langit dan di bumi) ada Tuhan-Tuhan selain Allah, tentu keduanya telah binasa. Maha Suci Allah yang memiliki ‘Arsy, dari apa yang mereka sifatkan.”
7. Qudrah (قدرة) artinya Kuasa.
Kekuasaan Allah SWT tak terbatas atas segalanya.
- Sifat qudrat berarti Allah SWT adalah pemilik dan pemegang kuasa terhadap sesuatu.
- Allah SWT adalah zat satu- satunya Yang Maha Kuasa atas apapun dan tidak ada satupun makhluk lain yang bisa menandingi kekuasaan.
- Allah SWT mustahil tidak memiliki kuasa atas alam semesta dan seisinya.
- Kekuasan Allah SWT mutlak dan tidak ada batasan dan tidak ada yang membatasi, baik zatnya sendiri maupun makhluk ciptaannya, serta tidak ada yang dapat menghalangi-Nya.
- Bukti kekuasaan Allah SWT yaitu keberadaan jagat raya, planet, dan jutaan bintang yang dapat bergerak beraturan tanpa adanya tabrakan.
8. Iraadah (إِردة) artinya Berkehendak.
Ketika Allah SWT telah berkehendak atas sesuatu, maka pasti akan terwujud.
Iradat berasal dari bahasa Arab yang artinya berkehendak.
- Sifat iradat berarti Allah SWT berkendak atas segala alam semsta dan seisinya.
- Allah SWT mustahil melakukan sesuatu atas perintah dan paksaan dari makhluk lain.
- Jika Allah SWT sudah berkehendak maka tidak ada yang mustahil dan tidak yang bisa mencegahnya.
- Segala hal yang ada di alam semesta ini berjalan dan terjadi atas kehendak Allah SWT tanpa campur tangan siapapun.
- Allah SWT memiliki kehendak sendiri dalam menciptakan sesuatu tanpa perintah pihak lain.
9. Ilmu (علم) artinya Mengetahui.
Allah Maha Mengetahui segalanya, baik yang Zahir maupun batin. Tidak ada kejadian yang bisa lepas dari pengetahuan Allah SWT.
Ilmu dalam bahasa Arab berarti mengetahui atas segala sesuatu.
- Sifat ilmu berarti Allah SWT mengetahui segala hal dan tidak ada suatu hal apapun yang tidak diketahui oleh Allah SWT.
- Pengetahuan dan kepandaian Allah SWT sangat sempurna, artinya ilmu yang dimiliki Allah SWT tidak terbatas dan tidak juga dibatasi.
- Segala sesuatu yang ada di alam semesta, baik yang tampak maupun gaib pasti diketahui Allah SWT.
- Bahkan rahasia dalam hati manusia sekalipun Allah SWT mengetahuinya.
Firman Allah yang menjelaskan sifat ini tertera dalam Q.S al-Hujuraat (49):16 sebagai berikut:
قُلْ اَتُعَلِّمُوْنَ اللّٰهَ بِدِيْنِكُمْۗ وَاللّٰهُ يَعْلَمُ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِۗ وَاللّٰهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيْمٌ
Artinya: “Katakanlah (kepada mereka), “Apakah kamu akan memberitahukan kepada Allah tentang agamamu (keyakinanmu), padahal Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”
10. Hayat (حياة) artinya Hidup.
Allah akan hidup selama-lamanya dan kekal abadi tanpa mengalami kematian.
- Hayat dalam bahasa Arab berarti hidup atau kehidupan. Sifat hayat berarti Allah SWT maha hidup kekal abadi dan memberi kehidupan.
- Allah SWT hidup bukan karena dihidupkan melainkan hidup dengan kehendaknya sendiri karena Allah SWT adalah maha sempurna.
- Sifat hayat juga menunjukan bahwa Allah SWT tidak membutuhkan hal-hal yang menghidupkan seperti makan, minum, tidur, istirahat, dan aktivitas hidup manusia lainnya.
- Berbeda dengan manusia atau hewan yang memerlukan jantung, Allah SWT hidup tanpa membutuhkan sesuatu dan tanpa didahului oleh siapapun.
11. Sama’ (سَمَعٌ) artinya Mendengar.
Sifat Allah Maha Mendengar disebut Sami’an.
Sam’un dalam bahasa Arab berarti mendengar.
- Sifat Sam’un berarti Allah SWT maha pendengar segala sesuatu yang ada di alam semesta.
- Baik hal-hal yang diucapkan maupun yang disembunyikan dalam hati dan jiwa manusia sekalipun.
- Tidak ada bentuk suara apapun yang tidak terdengar oleh Allah SWT walaupun suara lemah dan pelan karena pendengaran Allah SWt tidak terbatas pada apapun.
- Berbeda dengan pendengaran manusia yang terbatas pada frekuensi bunyi tertentu, Allah SWT mendengar segalanya dan tidak ada sesuatu yang tidak didengar oleh-Nya.
12. Bashar (بَصَرٌ) artinya Melihat.
Allah SWT Maha Melihat segalanya, baik besar maupun kecil, bahkan yang tersembunyi sekalipun.
Bashar dalam bahasa arab artinya melihat.
- Sifat Bashar berarti Allah SWT Maha melihat segala hal yang terjadi di alam semesta, baik yang tampak maupun yang disembunyikan.
- Sifat Bashar Allah SWT perlu kita Imani agar selalu berhati-hati dalam berbuat di dunia karena kita tidak bisa berbohong kepada Allah dan Dia akan selalu mengetahuinya.
- Penglihatan Allah SWT tidak terbatas pada apapun dan mutlak tidak terpengaruh pada jarak dan terhalang terhalang oleh apapun.
- Penglihatan Allah SWT tidak terbatas, teknologi canggih manusia tidak akan dapat melampaui penglihatan Allah SWT.
13. Kalam (كِلَامٌ) artinya Berkata-kata atau Berfirman.
Keberadaan firman Allah SWT dibuktikan dengan firman Allah yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril yaitu kitab Al-Quran. Allah SWT juga berfirman (berbicara) kepada Rasul dan Nabi-Nya secara langsung.
Kalam dalam bahasa Arab artinya Berkata atau Berbicara dan bagi Allah adalah Berfirman.
- Sifat kalam Allah SWT berarti dapat berbicara dan berkata secara sempurna tanpa batasan dan bantuan apapun.
- Allah SWT berfirman lewat kitabnya yang diturunkan kepada para nabi dan rasul.
- Pembicaraan Allah SWT tentu berbeda dengan konsep pembicaraan dan pemahaman manusia karena Allah tidak berpanca indra atau berorgan seperti manusia.
- Sifat kalam Allah SWT sangat sempurna dan mutlak.
14. Qadiran (قَادِرًا) artinya Maha Kuasa.
Allah SWT merupakan dzat yang memiliki kuasa dan dapat berkehendak atas apapun yang ada di alam semesta.
Qidran dalam bahasa Arab berarti kuasa.
- Sifat wajib Qadiran berarti Allah SWT maha kuasa atas alam semesta dan seisinya.
- Kekuasaan Allah SWT tidak terbatas pada apapun dan siapapun karena Dialah sang pencipta yang satu-satunya berkuasa atas kehidupan alam semesta.
- Kuasa Allah SWT juga tidak akan pernah setara dan tertandingi oleh kekuatan apapun di muka bumi.
- Sifat Qadiran Allah SWT perlu kita Imani bahwa manusia hanyalah makhluk lemah dan perlu berserah diri pada kekuatan dan kekuasaan Allah SWT.
15. Muriidan (مُرِیدًا) artinya Maha Berkehendak.
Allah SWT berkehendak atas segala sesuatu yang Ia ciptakan.
Muridan dalam bahasa Arab artinya Kehendak.
- Sifat wajib muridan berarti Allah SWT Maha menghendaki atas segala keadaan dan kondisi yang menentukan apa-apa saja di alam semesta.
- Allah SWT berkendak atas nasib dan takdir manusia dan alam semesta.
- Kehendak Allah SWT besifat mutlak dan tidak terbatas.
- Sifat wajib Muridan Allah SWT menyatu dengan sifat wajib Iradat Allah SWT.
16. ‘Aaliman (عَالِمًا) artinya Maha Mengetahui.
Allah SWT Maha Mengetahui segala sesuatu dan tidak ada yang bisa disembunyikan tanpa pengetahuan Allah SWT.
Aliman dalam bahasa Arab artinya Mengetahui.
- Sifat wajib aliman berarti Allah SWT maha mengetahui segala sesuatu di alam semesta ini, baik yang sudah terjadi maupun yang belum terjadi di muka bumi dan alam semesta.
- Tidak ada suatu hal apapun yang tidak diketahui oleh Allah SWT dan tidak ada yang bisa disembunyikan darinya.
- Bahkan Allah SWT mengetahui pikiran dan isi hati manusia.
- Allah SWT maha mengetahui tanpa batasan dan tidak tertandingi oleh zat apapun.
17. Hayyan (حَيًّا) artinya Maha Hidup.
Allah merupakan dzat yang Maha Hidup dan tidak akan pernah mati selamanya.
Hayan dalam bahasa Arab artinya hidup.
- Sifat wajib hayyan berarti Allah SWT Maha Hidup tanpa pernah tidur, lengah, lelah, apalagi mati.
- Allah SWT hidup kekal dan abadi tidak terbatas oleh waktu, keadaan, dan tempat karena Allah SWT Maha Sempurna.
- Sifat wajib Hayyan Allah SWT menyatu dengan sifat wajib Allah SWT yakni sifat Hayat.
18. Sami’an (سَمِيْعًا) artinya Maha Mendengar.
Allah SWT dapat mendengar segala sesuatu.
Sam’an dalam bahasa Arab artinya Mendengar.
- Sifat wajib sam’an berarti Allah SWT maha mendengar segala sesuatu yang ada di alam semesta, tanpa terbatas pada tampak tidak tampak, maupun keras pelannya suara tersebut.
- Allah SWT tentu bisa mendengar ucapan, harapan, doa , bahkan bisikan suara hati manusia yang tidak bisa didengar oleh orang lain.
- Pendengaran Allah SWT tidak terbatas dan terhalang oleh apapun.
- Sifat wajib Sam’an menyatu dengan sifat wajib Allah SWT yakni sifat Sam’un.
19. Bashiran (بَصِيْرًا) artinya Maha Melihat.
Allah dapat melihat apapun, bahkan yang tersembunyi dan tidak diketahui oleh makhluk-Nya.
Basiran dalam bahasa Arab artinya melihat atau mengawasi.
- Sifat wajib basiran berarti Allah SWT selalu mengawasi semua hal yang terjadi di alam semesta termasuk gerak-gerik dan tingkah laku manusia.
- Tidak ada hal apapun yang bisa lepas dari pengawasan Allah SWT meskipun sudah tersembunyi sekalipun.
- Sifat wajib Bashiran Allah SWT menyatu dengan sifat Bashar.
20. Mutakalliman (ﻣُﺘَﻜَﻠِّﻤًﺎ) yang artinya Maha Berkata-kata.
Hal ini dibuktikan dengan Al-Quran yang berisi firman-firman Allah SWT.
Mutakaliman dalam bahasa arab artinya berfirman atau berkata-kata.
- Sifat wajib Mutakalliman berarti Allah SWT Maha berfirman atas segala rakhmatnya untuk alam semesta sebagi ciptaanNya.
- Firman Allah SWT diturunkan melalui para Nabi dan Rasul yang menjadi makhluk pilihan yang dapat dipercaya untuk menyampaikan firman-firmanNya.
- Bukti Allah SWT berfirman adalah hadirnya Al-Quran sebagai pedoman umat muslim di seluruh dunia.
- Sifat wajib Allah SWT Muta’alimat menyatu dengan sifat Kalam.
Klasifikasi Sifat Wajib Allah
Setelah mengetahui sifat-sifat wajib Allah SWT di atas, kita juga perlu mengetahui klasifikasi sifat-sifat tersebut.
Sifat-sifat wajib Allah SWT yang telah disebutkan di atas kemudian dikelompokkan menjadi empat, yakni sebagai berikut:
1. Nafsiyah
Sifat-sifat wajib Allah SWT yang berhubungan dengan zat Allah SWT, yakni sifat wujud yang masuk dalam kategori sifat nafsiyah. Sifat nafsiyah berkaitan dengan dzat Allah SWT semata. Allah hanya ada satu, yaitu Wujud (ada).
2. Salbiyah
Salbiyah adalah sifat-sifat wajib yang hanya dimiliki oleh Allah SWT. Sifat salbiyah adalah sifat yang menolak segala sifat yang tidak layak bagi Allah SWT karena Allah Maha Sempurna dan tidak memiliki kekurangan.
Sifat salbiyah ada lima yaitu:
- Qidaam,
- Baqa,
- Mukhalafatu Lil-Hawaditsi,
- Qiyamuhu Binafsihi, dan
- Wahdaniyah.
3. Ma’ani
Ma’ani adalah sifat wajib yang berhubungan dengan perbuatan atau kehendak Allah SWT.
Sifat ma’ani adalah sifat yang juga dimiliki oleh makhluk-Nya, tetapi dalam diri Allah maka maknanya tidak terbatas, sedangkan jika yang memiliki makhluk, maka maknanya terbatas.
Contohnya: Allah Maha Hidup artinya selamanya dan tidak akan mati. Sedangkan makhluk-Nya juga hidup, tapi suatu saat akan mati.
Sifat wajib Allah SWT yang masuk dalam kategori sifat ma’ani adalah:
- Qudrat,
- Iradat,
- Ilmu,
- Hayat,
- Sama',
- Bashar, dan
- Kalam.
4. Sifat Ma’nawiyah
Sifat Ma’nawiyah adalah sifat yang selalu tetap pada dzat Allah dan tidak mungkin suatu saat Allah tidak bersifat seperti itu.
Ma’nawiyah adalah sifat wajib yang berakitan dengan sifat ma’ani.
Sifat Ma’nawiyah tidak dapat berdiri sendiri karena setiap sifat ma’ani pasti juga ada sifat ma’nawiyah.
Sifat wajib Allah SWT yang masuk dalam kategori sifat Ma’nawiyah adalah:
- Qadiran,
- Muridan,
- Aliman,
- Hayan,
- Sami’an,
- Basiran, dan
- Mutakaliman.
Demikian penjelasan tentang sifat- sifat wajib Allah. Semoga kita dapat memahami makna sifat wajib Allah SWT secara perlahan dan terus mengulang agar tidak lupa, serta mengajarkan kepada anak-anak kita.
Belajar agama memang membutuhkan waktu yang tidak singkat dan keteguhan hati yang besar. Semoga artikel ini bisa membantu anda memperdalam pengetahuan mengenai ilmu agama Islam yang tidak ada habisnya, dan terus belajar hingga akhir hayat kita.[]


